Kemenangan perdana Como 1907 di Serie A musim ini lahir di panggung yang tak biasa. Bertamu ke markas Napoli, Stadion Diego Armando Maradona, tim promosi asuhan Cesc Fabregas mencuri tiga poin lewat skor tipis 2-1 pada giornata kedua, Senin (31/8) dini hari WIB.
Hasil ini langsung mendongkrak posisi Como ke peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi empat angka. Napoli justru merasakan kekalahan pertama mereka musim ini dan harus puas bertengger di urutan kesembilan dengan tiga poin dari dua laga yang sudah dijalani.
Di laga ini, kiper Andalan Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi, tak diberi kesempatan mengawal gawang Como. Fabregas memilih Jean Butez sebagai penjaga gawang utama. Keputusan itu terbukti tepat, meski Butez tetap harus memungut bola dari gawangnya sekali.
Jalannya pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Como justru tampil percaya diri dan mampu merebut inisiatif serangan. Mereka membuka keunggulan melalui aksi Martin Baturina yang menerima umpan tarik dari Assane Diao di kotak penalti. Dengan satu putaran badan, pemain asal Kroasia itu melepas tembakan kaki kanan yang tak mampu dijangkau Alex Meret.
Napoli berusaha bangkit dan menemukan gol penyama kedudukan pada babak pertama melalui Rasmus Hojlund. Mantan penyerang Manchester United itu melepaskan tembakan mendatar dari tepi kotak penalti yang tak bisa dihentikan Butez. Laga kembali imbang, tetapi tidak bertahan lama.
Como kembali unggul pada menit ke-34. Kesalahan fatal lini belakang Napoli dimanfaatkan dengan sempurna oleh Anastasios Douvikas. Penyerang asal Yunani itu melepaskan tendangan kaki kanan yang memastikan bola bersarang di gawang tuan rumah. Skor 2-1 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Napoli meningkatkan tekanan dan terus menggempur pertahanan Como. Peluang emas datang di masa injury time ketika Stanislav Lobotka berhasil menceploskan bola ke gawang Butez. Namun, keriuhan suporter tuan rumah berubah menjadi kekecewaan setelah wasit menganulir gol tersebut. Gol dinyatakan tidak sah karena David Neres dinilai melanggar Alex Valle dalam proses terjadinya.
Napoli sebenarnya juga sempat diuntungkan dengan gol Hojlund. Namun, VAR dan keputusan wasit tetap mengesahkan gol pemain Denmark tersebut. Secara keseluruhan, Napoli mendominasi penguasaan bola tetapi gagal mengonversi peluang menjadi gol tambahan. Sebaliknya, Como bermain efisien dan memanfaatkan setiap celah di lini pertahanan lawan.
Pelatih Napoli, Antonio Conte, patut khawatir dengan performa lini belakang timnya yang tampak rapuh. Meski begitu, kompetisi masih panjang dan Napoli punya banyak waktu untuk membenahi diri. Adapun Como membuktikan diri sebagai tim yang layak diperhitungkan, dengan raihan empat poin dari dua laga. Kemenangan di kandang lawan yang sulit ini jelas menjadi modal berharga.



