Upaya pembobolan mesin ATM di sebuah minimarket yang terletak di kawasan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, berakhir sia-sia. Aksi yang melibatkan tiga anggota keluarga tersebut gagal total bukan karena kepergok petugas keamanan, melainkan lantaran peralatan las yang mereka bawa kehabisan oksigen. Mesin target tidak mempan dijebol, dan sang istri bersama anak tirinya justru berhasil diamankan aparat kepolisian.
Insiden ini bermula ketika seorang pria berinisial RH, yang berperan sebagai otak perencanaan, mengajak istri dan anaknya untuk menjalankan aksi pencurian tersebut. Mereka bertiga bergerak menuju lokasi minimarket dengan peralatan las yang sudah disiapkan. Namun, di tengah upaya eksekusi, pasokan oksigen pada tabung las menipis dan akhirnya habis. Alhasil, mesin ATM yang menjadi sasaran tidak mampu ditembus, dan mereka gagal membawa kabur uang tunai dari dalam mesin.
Kepolisian yang menerima laporan terkait percobaan pencurian ini langsung bergerak melakukan penyelidikan. Dari hasil pengejaran, dua orang berhasil ditangkap, yaitu istri RH dan anak berinisial H. Sementara itu, RH sebagai inisiator dan pemimpin aksi hingga saat ini masih berstatus buron. Pihak berwajib menyebutkan bahwa hubungan antara ibu dan anak yang ditangkap adalah darah daging, sedangkan RH merupakan ayah tiri bagi H. Fakta ini menambah ironi pada kasus yang melibatkan keluarga yang seharusnya saling melindungi.
Menurut keterangan dari pihak kepolisian sektor setempat, penangkapan terhadap ibu dan anak tersebut dilakukan di lokasi yang berbeda setelah keduanya dipisahkan. Petugas masih terus memburu keberadaan RH yang diduga kabur setelah mengetahui rencana gagal dan pasangannya berhasil dicokok. Polisi menghimbau agar RH segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena sudah menjadi daftar pencarian orang (DPO).
Sementara itu, pengakuan dari para tersangka mengungkap bahwa ide pembobolan ini merupakan gagasan RH yang meyakinkan mereka berdua untuk ikut serta. Setelah oksigen las habis, mereka sempat panik dan berupaya melarikan diri, namun ibu dan anak tersebut tidak berhasil lolos dari kejaran warga yang kemudian menyerahkan mereka kepada polisi. Proses pemeriksaan masih terus berlangsung untuk mendalami peran masing-masing serta memastikan apakah ada keterlibatan pihak lain dalam perencanaan aksi kriminal ini.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan pendalaman dan mengembangkan kasus ini untuk menangkap RH. Perlengkapan las yang digunakan sebagai alat pembobol ATM turut diamankan sebagai barang bukti. Para tersangka kini harus berhadapan dengan jeratan pasal pencurian dengan pemberatan, dan terancam hukuman penjara yang tidak ringan atas upaya kejahatan yang mereka lakukan.



