GRIB Jaya Siap Tempuh Jalur Hukum Bantah Keterlibatan dalam Ricuh 27 Agustus

admin@amaran.id - Penulis

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bantahan tegas disampaikan oleh Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB Jaya) menyusul viralnya tudingan yang mengaitkan salah satu tokohnya dengan kericuhan usai aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026. Organisasi massa ini menyatakan bahwa narasi yang beredar di media sosial merupakan fitnah dan telah mempersiapkan langkah hukum sebagai respons atas tuduhan tersebut.

Dalam klarifikasinya, GRIB Jaya menegaskan bahwa kehadiran sejumlah anggotanya di lokasi demonstrasi saat itu murni bersifat persuasif. Mereka mengaku bertujuan memantau situasi dan menjaga agar kondisi tetap kondusif, bukan untuk memprovokasi atau memperkeruh suasana. Pihak organisasi juga menampik keras adanya perintah atau koordinasi internal yang mengarah pada benturan fisik dengan pihak mana pun.

Wilson, salah satu perwakilan GRIB Jaya yang menyampaikan pernyataan resmi, mengungkapkan kekesalannya terhadap banyaknya unggahan di ruang digital yang memanfaatkan potongan video tertentu. Potongan-potongan tersebut dinilai sengaja digunakan untuk membangun persepsi keliru di publik, seolah-olah kehadiran seseorang di tengah keramaian otomatis berarti terlibat dalam tindak pidana. Ia menilai cara berpikir semacam itu tidak sesuai dengan prinsip hukum positif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa dalam perspektif yuridis, seseorang yang berada di suatu lokasi tidak serta-merta dapat dianggap sebagai pelaku atau turut serta dalam sebuah kejahatan. Penilaian hukum yang benar harus didasarkan pada fakta dan alat bukti yang sah. Menurutnya, perlu dijelaskan secara detail siapa yang melakukan tindakan apa, kapan kejadiannya, bagaimana aksinya dilakukan, apa motifnya, serta apakah ada hubungan sebab-akibat antara perbuatan individu dengan peristiwa pidana yang terjadi.

Ia juga menyinggung soal seruan “pulang-pulang” yang terekam dalam video yang tersebar luas. Seruan tersebut, jelasnya, merupakan imbauan agar para pendemo membubarkan diri dengan tertib ketika kondisi sudah mulai tidak aman. Tindakan itu justru dimaknai sebagai langkah preventif yang rasional untuk meredam potensi konflik yang lebih besar, terutama setelah batas waktu penyampaian aspirasi berakhir dan situasi mulai rawan gesekan.

Sementara itu, mengenai rencana somasi yang akan dilayangkan, Wilson belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai target dan substansinya. Namun, ia memastikan bahwa upaya hukum tersebut sedang disiapkan secara matang oleh tim kuasa hukum GRIB Jaya sebagai bentuk perlawanan terhadap tuduhan yang dianggap tidak berdasar.

Peristiwa ricuh yang terjadi pada Kamis malam, 27 Agustus 2026, memang menjadi sorotan publik. Insiden tersebut terjadi usai masa aksi unjuk rasa mulai membubarkan diri. Berbagai spekulasi dan informasi simpang siur pun bermunculan di platform media sosial, salah satunya menyeret nama tokoh yang kerap disebut Hercules tersebut. GRIB Jaya menilai bahwa pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan tersebut telah melakukan pencemaran nama baik dan berpotensi dijerat dengan undang-undang informasi dan transaksi elektronik.

Organisasi ini berharap publik tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum tentu kebenarannya. Mereka meminta semua pihak untuk menunggu proses hukum berjalan dan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Hingga saat ini, pihak kepolisian pun dinilai masih terus melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap aktor intelektual di balik kericuhan yang sempat meresahkan warga tersebut.

Follow WhatsApp Channel amaran.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Paparkan Strategi Pendanaan Hijau di COP17 CBD Yerevan
Gunung Dukono Semburkan Asap Putih Sejauh 1.100 Meter
Nathan Tjoe-A-On Tampil 90 Menit, Willem II Masih Terpuruk di Dasar Klasemen
Polres Jepara dan BPJS Kesehatan Pulihkan Hak Jaminan Kesehatan 531 Warga Rentan
Ronaldo Pensiun dari Timnas Portugal, Dua Kabar Besar Lain Mewarnai Dunia Olahraga
Bournemouth Balikkan Keadaan, Sparta Praha Takluk dengan 10 Pemain
MKMK Tolak Aduan Etik terhadap Sembilan Hakim MK soal Perkara Ijazah Gibran
Mawar de Jongh Tekankan Pentingnya Proses Belajar bagi Perempuan Muda
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 07:01 WIB

Indonesia Paparkan Strategi Pendanaan Hijau di COP17 CBD Yerevan

Sabtu, 7 November 2026 - 04:01 WIB

Gunung Dukono Semburkan Asap Putih Sejauh 1.100 Meter

Jumat, 6 November 2026 - 22:01 WIB

Nathan Tjoe-A-On Tampil 90 Menit, Willem II Masih Terpuruk di Dasar Klasemen

Jumat, 6 November 2026 - 10:01 WIB

Polres Jepara dan BPJS Kesehatan Pulihkan Hak Jaminan Kesehatan 531 Warga Rentan

Jumat, 6 November 2026 - 01:01 WIB

Ronaldo Pensiun dari Timnas Portugal, Dua Kabar Besar Lain Mewarnai Dunia Olahraga

Berita Terbaru

Berita

Gunung Dukono Semburkan Asap Putih Sejauh 1.100 Meter

Sabtu, 7 Nov 2026 - 04:01 WIB