Pendaftaran program magang nasional memasuki hari terakhir pada hari ini, Selasa (3/11). Lulusan perguruan tinggi, lulusan pendidikan profesi, hingga penyandang disabilitas yang belum sempat melamar masih berpeluang mengirimkan berkas melalui portal resmi MagangHub sebelum batas waktu berakhir. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Darmawansyah, mengingatkan agar calon peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan terakhir tersebut.
Menurut Darmawansyah, program ini dirancang sebagai wadah bagi lulusan baru untuk meraih pengalaman kerja sambil mempertajam kompetensi. Ia pun mengajak seluruh lulusan baru, baik dari perguruan tinggi maupun pendidikan profesi, termasuk penyandang disabilitas, untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengasah keterampilan melalui jalur tersebut. Ajakan itu disampaikannya melalui keterangan resmi pada Selasa (3/11).
“Kami mengajak para lulusan baru, baik dari perguruan tinggi maupun pendidikan profesi, serta penyandang disabilitas, untuk terus meningkatkan kompetensi dan mengasah kemampuannya melalui kesempatan ini,” ujar Darmawansyah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi yang berminat, daftar lowongan beserta persyaratannya bisa dilihat di laman maganghub.kemnaker.go.id. Sebelum mengirim lamaran, pelamar disarankan menelaah kualifikasi yang ditentukan oleh masing-masing mitra penyelenggara agar peluang lolos seleksi lebih besar.
Selepas pendaftaran ditutup, mitra penyelenggara akan menjalankan proses rekrutmen pada 5-11 November 2026. Calon peserta yang terpilih kemudian diusulkan mitra untuk mengikuti tahap seleksi dan penetapan oleh Kemnaker pada 12-13 November 2026. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 13 November 2026 melalui portal MagangHub, dan peserta yang lolos akan memulai pemagangan pada 16 November 2026 selama enam bulan.
Selama menjalani program, peserta menerima uang saku yang besarnya setara upah minimum kabupaten/kota (UMK) di lokasi magang, ditambah perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Peserta juga berpeluang memperoleh sertifikat pemagangan, sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta pendampingan atau mentorship dari perusahaan tempat mereka magang.
Pada angkatan pertama, lebih dari 8.000 mitra terlibat, terdiri atas perusahaan swasta serta kementerian dan lembaga. Adapun peserta yang mengikuti program ini berjumlah 102 ribu orang, dengan tingkat penyelesaian mencapai 95 persen. Dari angka itu, sebanyak 29,2 persen peserta diketahui langsung mendapat tawaran kerja begitu menuntaskan pemagangan.












Komentar