Mobilitas udara di wilayah barat Indonesia terganggu imbas terdampaknya sejumlah bandara oleh sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Guna memastikan arus pergerakan penumpang tidak lumpuh total, Kementerian Perhubungan mengambil langkah strategis dengan mengaktifkan lima bandara alternatif selama dua puluh empat jam penuh.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, pada Minggu di Jakarta. Titik-titik operasional pengganti yang disiagakan meliputi Bandara Kertajati Reginaldy di Majalengka, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Yogyakarta International Airport, hingga Bandara Adi Soemarmo Solo. Bandara-bandara tersebut kini dapat dimanfaatkan maskapai sebagai lokasi pendaratan maupun titik tolak keberangkatan.
Menhub menegaskan bahwa pembukaan bandara pengganti tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah memberikan alternatif bagi para pengelola penerbangan. Seluruh infrastruktur di kelima bandara tersebut dipastikan beroperasi maksimal selama masa penutupan delapan bandara utama yang masih terdampak. Kebijakan ini diambil semata-mata untuk menjaga aspek keselamatan serta kelancaran pelayanan jasa angkutan udara bagi masyarakat.
Penutupan sementara berlaku hingga pukul 23.59 WIB pada Minggu. Bandara yang terpaksa ditutup karena bahaya abu vulkanik meliputi Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, serta Bandara Radin Inten II Lampung.
Kewenangan penuh terkait keputusan rute dialihkan atau tidaknya penerbangan diberikan kepada masing-masing maskapai. Penilaian dilakukan berdasarkan kebutuhan operasional, jadwal yang telah disusun, serta kesiapan armada dalam memberikan layanan terbaik kepada konsumen yang terdampak.
Lebih lanjut, Kementerian Perhubungan menggandeng InJourney Airports untuk menyiapkan dukungan transportasi darat. Langkah ini merupakan solusi agar proses perpindahan penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju bandara pengganti berjalan tanpa hambatan. Sejumlah layanan moda transportasi disediakan secara gratis, termasuk kereta api serta armada bus, bagi penumpang yang penerbangannya dialihkan.
Alur informasi mengenai pembatalan maupun pemindahan jadwal akan dikomunikasikan langsung oleh pihak maskapai kepada para penumpang sesuai mekanisme standar yang berlaku. Penumpang memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan, antara melanjutkan perjalanan menggunakan bandara alternatif atau mengurungkan penerbangannya.
Menurut Dudy, pada akhirnya keputusan tetap berada di tangan masyarakat apakah aktivitas perjalanannya tetap dipindahkan ke bandara pengganti atau dibatalkan seluruhnya. Pemerintah perihal ini tengah menggencarkan koordinasi intensif lintas sektor. Kerja sama ini tak lain bertujuan mengurangi dampak gangguan yang lebih luas terhadap sistem transportasi udara nasional, sekaligus menjamin layanan dari bandara alternatif bagi para pengguna jasa.



