Ibu Wakil Presiden RI, Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka, menyambangi Kota Gorontalo untuk menemui ratusan pelajar sekolah menengah kejuruan dalam acara sosialisasi peluang kerja luar negeri dan migran aman. Kegiatan yang digelar di Ballroom Hotel Azalea, Kota Gorontalo, pada Selasa (13/10) itu merupakan inisiatif Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih.
Di hadapan para siswa, Selvi menekankan pentingnya memakai aplikasi resmi sebagai sumber informasi lowongan kerja ke mancanegara. Menurutnya, keberadaan program Seruni milik Kabinet Merah Putih itu bakal menolong generasi muda supaya tidak gampang terpancing tawaran palsu dan terlanjur memakai kanal yang keliru ketika mengurus berkas kerja di luar negeri.
Selvi memaparkan bahwa platform digital yang diperkenalkan dalam sosialisasi tersebut memudahkan siswa memetakan negara tujuan, memilih jenis profesi, hingga memahami syarat-syarat yang wajib dilengkapi bila hendak bekerja di luar negeri. Kendati sebagian peserta belum cukup umur untuk mendaftar sebagai pekerja migran, ia menilai mereka tetap bisa menyiapkan keterampilan dan dokumen sejak dini sesuai kebutuhan negara yang dituju.
“Saya mengharapkan adik-adik semua nanti setelah lulus bisa memanfaatkan jurusan pada setiap sekolahnya dengan baik agar sudah siap masuk industri kerja,” pesan Selvi kepada para pelajar. Ia juga berharap mereka kelak sukses menekuni bidang pekerjaan masing-masing dan terus belajar sebagai bekal memasuki dunia industri.
Selvi mengaku sempat meninjau sejumlah meja peserta dan menemukan banyak pelajar yang menyimpan minat melanjutkan karier hingga ke mancanegara. Karena itu, ia mengingatkan agar generasi muda selalu menempuh jalur resmi dan kredibel, baik saat mencari informasi maupun ketika memproses keberangkatan, demi menghindari penipuan yang bisa merugikan calon pekerja migran.
Sosialisasi ini turut dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, yang mendampingi Selvi sepanjang acara. Selain menyampaikan arahan, Selvi menyempatkan diri berdialog dengan beberapa kelompok peserta yang mayoritas pelajar SMK guna menggali seberapa jauh ketertarikan mereka mengembangkan karier di luar negeri.
Lewat kegiatan tersebut, para siswa diharapkan tidak sekadar mengenal aplikasi resmi, tetapi juga memahami tahapan prosedural yang benar sebelum memutuskan bekerja ke luar negeri. Pendampingan semacam ini dinilai penting agar calon pekerja migran Indonesia terhindar dari jerat sindikat penipuan yang kerap menargetkan lulusan baru.



